Berapa lama waktu yang Anda habiskan dalam berkendara setiap harinya?
Seberapa jauh jarak yang Anda tempuh setiap kali berkendara? Apakah Anda sudah merasa aman dan nyaman setiap kali berkendara?
Jika setiap harinya Anda berkendara lebih dari dua jam, kemungkinan Anda akan merasakan kelelahan berlebih. Kelelahan akibat mengemudi terus-menerus juga bisa menimbulkan gangguan mental dan fisik. Hal itu akan berpengaruh pada perhatian, perasaan, persepsi, pemikiran, dan pengambilan keputusan.
Gangguan mental dan fisik ini bisa berujung stres. Stres merupakan suatu bentuk respon tubuh atau tekanan yang disebabkan oleh keinginan yang tidak terpenuhi. Perasaan stres bisa timbul kapan saja, termasuk saat Anda berkendara. Perasaan bosan, cemas dan ingin cepat mencapai tujuan merupakan faktor timbulnya stres saat berkendara.
Perasaan lelah dan tingkat stres yang terlalu berlebihan ini akhirnya menurunkan kualitas Anda berkendara. Keadaan yang terus berulang setiap harinya ini juga berpengaruh pada tingkat fokus dan pengambilan keputusan sehingga kemungkinan terjadinya kelalaian yang berakibat kecelakaan pun mengintai Anda.
Jika semua pernyataan di atas sering Anda rasakan berarti Anda juga berisiko kecelakaan dalam berkendara. Perasaaan nyaman yang seharusnya Anda rasakan kemungkinan belum terpenuhi, otomatis tingkat keamanan Anda dalam berkendara pun rendah.
Hal yang mungkin Anda terapkan agar keamanan dan kenyamanan selalu menyertai Anda adalah dengan memperhatikan kelengkapan dan keadaan kendaraan seperti memahami mesin yang Anda bawa. Artinya kita harus benar-benar mengetahui tentang kemampuan maksimal mesin berjalan, kapasitas penumpang dan pengereman kendaraan.
Yang kedua adalah pemahaman situasi dan lingkungan. Dalam pengaplikasiannya, pengendara harus memantau area sekeliling kendaraannya dengan cara menengok dan memerhatikan kaca spion setiap 8 detik. Ini membantu menjaga konsentrasi juga menciptakan zona aman imajiner saat berkendara.
Dan yang terpenting adalah kondisi pengendara. Untuk yang ini pastikan bahwa Anda dalam keadaan sehat dalam berkendara. Jika Anda merasa ngantuk atau tubuh tidak fit ada baiknya Anda beristirahat sejenak.
Selain itu, pengemudi wajib mengelola emosinya dan tak mudah terpancing perilaku pengemudi lain. Apa salahnya kita mengorbankan waktu 3-5 detik saja di jalan untuk berhenti dan memberi jalan ke pengemudi lain? Karena selain kelalaian, faktor terjadinya kecelakaan adalah emosi yang tidak terkontrol.
Semua materi tentang keamanan dalam berkendara ini bisa Anda dapatkan dengan mengikuti pelatihan Defensive Driving Training (DDT). Sebuah pelatihan yang dapat membantu Anda dan driver Anda menjadi pengemudi yang andal dan kompeten, sehingga potensi untuk terjadinya kecelakaan di jalan dapat berkurang. Anda akan jadi lebih percaya diri dan selalu siap terhadap apapun yang mungkin terjadi dalam berkendara.
Apa saja yang akan dipelajari saat Anda mengikuti Training Defensive Driving Training (DDT) ?
I. Seleksi Administrasi (Tahap Seleksi)
Pengemudi harus menunjukkan :
- KTP
- SIM (Surat Izin Mengemudi)
- SKCK
- Surat Keterangan Sehat
Keempat dokumen ini harus yang masih berlaku. Tunjukan kepada Panitia, jika gagal di fase ini, calon pengemudi akan didiskualifikasi dan tidak lolos ke fase berikutnya.
II. Tes Teori Pengetahuan dan Pemahaman Mengemudi
Kuesioner pilihan ganda terkait Peraturan Lalu Lintas Indonesia, Hukum yang Berlaku dan Kesadaran Risiko. (50 pertanyaan dalam Bahasa Indonesia), dengan kriteria kelulusan nilai adalah 80, jika gagal tidak dilanjutkan ke tahap berikutnya.
III. Tes Praktik Keterampilan Mengemudi (Optional – Hubungi Administrator)
Tes evaluasi mengemudi “cepat” di jalan raya akan diberikan oleh Penilai Pengemudi dari Instansi yang berwenang, untuk memastikan bahwa kandidat dapat mengemudikan kendaraan dengan cara yang efisien dan mulus. Pengemudi harus lulus> 80% dari skor dan tidak ada maneuver yang membahayakan. Jika gagal dalam fase ini, pengemudi merekomendasikan untuk menyelesaikan pelatihan Defensive Driving Training.
Kini Training Defensive Driving Training (DDT) di Premysis Consulting sudah bisa dilaksanakan dengan berbagai metode seperti:
- Public Training, dilakukan secara offline beserta peserta lain dari berbagai perusahaan/organisasi.
- In-House Training, untuk Anda yang ingin mendaftarkan satu kelompok dalam perusahaan dengan jadwal yang Anda bisa ajukan sendiri.
- Virtual Training, online training secara live bersama trainer kami dan tidak terhalang lokasi, bisa dilakukan di mana saja selama memiliki jaringan internet.
- E-Training, sistem training mandiri dengan modul video lengkap yang bisa Anda akses kapan pun di mana pun.