NEW! Information About the Strategy and Management Improvement Training Program!

ArticlesHealthcare

Mengenal 5R dan Manfaatnya Sebagai Budaya Kerja

Bagaimana cara menentukan budaya kerja yang efektif?

Anda sebagai profesional mungkin sudah banyak melakukan berbagai cara dan inovasi untuk menciptakan budaya kerja yang efektif yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas dalam bekerja.

Namun sudahkah Anda menerapkan prinsip 5R?

Prinsip 5R adalah saduran dari 5S yang berasal dari Jepang yaitu Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shikute (Rajin).

Kelima prinsip ini bersinergi satu dengan lainnya sehingga menciptakan budaya kerja yang aman, nyaman, produktif, dan sehat untuk pekerja maupun perusahaan.

Dengan menerapkan 5R, perusahaan akan menghindari pemborosan yang tidak perlu dalam aktivitas yang umumnya tidak disadari, misalnya pemborosan dalam stok barang, material, aktivitas karyawan, manajemen waktu, hingga kesalahan yang berulang.

Bagaimana bisa? Berikut penjelasannya!

Ringkas

Prinsip pertama adalah Seiri atau Ringkas. Dalam prinsip ini Anda akan diminta untuk mampu melakukan:

  1. Pemisahan barang dalam kategori diperlukan dan harus disingkirkan.
  2. Pemilihan barang yang masih bisa digunakan dan yang rusak.
  3. Pengkategorian barang yang sering digunakan dan yang jarang.

Dengan menerapkan prinsip Ringkas, Anda mengetahui jumlah barang fisik yang ada di tempat kerja sehingga menghindari adanya barang yang berlebihan atau bahkan tidak diperlukan memenuhi tempat kerja Anda.

Rapi

Prinsip kedua ialah Seiton atau Rapi. Pada prinsip ini yang ditekankan adalah bagaimana cara Anda meletakan barang barang dan mudah untuk mendapatkannya kembali saat diperlukan.

Ya, penekanannya adalah pada kata mudah. Karena seringkali kita mampu meletakan barang-barang dengan rapi, namun saat kita membutuhkannya kita justru terjebak dan terpaksa membongkar semua isi lemari penyimpanan.

Pada prinsip ini, yang harus diperhatikan adalah:

  1. Bagaimana menata barang-barang berdasarkan alur pekerjaan.
  2. Bagaimana menata berdasarkan frekuensi penggunaan, fungsi dan batas waktu digunakan.
  3. Bagaimana melakukan pengendalian secara visual agar semua barang dapat mudah ditemukan, teratur, dan selalu ditempatnya (tidak dipindahkan seenaknya).

Manfaat dari prinsip ini adalah menciptakan lingkungan kerja yang tertata demi memudahkan, mempercepat, dan meningkatkan ketepatan saat memerlukan barang di tempat kerja.

Resik

Prinsip ketiga adalah Seiso atau Resik. Prinsip ini memberikan pengarahan bagaimana cara menjaga kebersihan di tempat kerja. Karena dengan melakukan pembersihan secara teratur, hal ini sekaligus mencakup pengecekan untuk setiap alat-alat kerja. Apakah ada yang perlu dilakukan maintenace, rusak, atau bahkan perlu diganti.

Dari prinsip Seiso atau Resik, kita dapat melakukan tindakan preventif untuk mencegah adanya kecelakaan kerja dari kelalaian alat kerja yang tidak memadai.

Yang menjadi cakupan pada prinsip Resik antara lain:

  1. Melakukan pembersihan tempat kerja dari segala debu dan sampah secara rutin.
  2. Menyediakan fasilitas kebersihan di tempat kerja.
  3. Meminimalisir faktor-faktor yang membebabkan kantor menjadi kotor dan penuh sampah.
  4. Melakukan maintenance terhadap alat atau barang di kantor yang sudah usang maupun rusak.

Dengan menerapkan prinsip Resik, kita akan mampu menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, nyaman, dan menghindari kecelakaan kerja akibat alat kerja yang sudah usang atau rusak.

Rawat

Masuk ke prinsip keempat yaitu Seiketsu atau Rawat. Pada prinsip ini, yang paling penting adalah bagaimana mempertahankan ketiga proses yang sudah dilakukan sebelumnya yaitu ringkas, rapi, dan resik.

Dengan memantapkan diri untuk mengimplementasikan prinsip rawat atau seiketsu, Anda akan merasakan langsung manfaatnya seperti usia penggunakan alat kantor yang lebih panjang sehingga budget pembelian atau maintenance pun bisa menurun drastis.

Rajin

Prinsip yang terakhir atau yang kelima adalah Shitsuke atau Rajin. Tujuan dari prinsip ini adalah untuk membentuk keseluruhan prinsip yang telah kita bahas sebelumnya menjadi sebuah kebiasaan.

Dengan membentuk kebiasaan baru dari semua prinsip-prinsip ini akan meningkatkan pencapaian dan kebiasaan positif di lingkungan kerja. Manfaatnya adalah setiap pekerja atau elemen di perusahaan dapat menjadi lebih disiplin dan melekatkan prinsip 5R sebagai budaya kerja.

Itulah prinsip 5R yang sudah banyak digunakan sebagai budaya sehat dalam bekerja. Tertarik untuk menerapkannya?

Yuk lakukan perencanaan langsung bersama ahlinya dengan mengikuti Implementing 5S in Your Workplace secara Virtual TrainingPublic Training atau bahkan lebih eksklusif In-House Training bersama Premysis Consulting. Klik di sini untuk free konsultasi dengan admin kami terkait penjadwalan.

Subscribe to the newsletter and get latest updates and offers.