BARU! Informasi Seputar Program Training Strategic and Improvement Management!

Artikel

5 Larangan Selama Berkendara. Jangan Dilakukan Jika Anda Tidak Ingin Celaka!

Dalam berkendara ada banyak peraturan yang harus Anda perhatikan. Biasanya peraturan ini merupakan bagian dari materi ujian sebelum Anda mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Larangan atau peraturan yang diuji biasanya berupa kesadaran sejauh mana Anda mengenakan atribut berkendara seperti helm, sabuk pengaman, dan penggunaan lampu utama, lampu sein, serta pemahaman Anda terhadap rambu dan peraturan berlalu lintas lainnya.

Bukan tanpa tujuan peraturan ini dibuat. Tingginya angka kecelakaan tak ayal menjadi indikatornya, terutama yang disebabkan oleh kelalaian pengendara yang sebenarnya masih bisa diminimalisir.

Bagi Anda pengendara roda dua atau roda empat, sudahkah Anda menjauhi 5 larangan dalam berkendara ini? Sepele sih tapi bahaya kalau sampai dilanggar!

Dilarang Mendengarkan Lagu/Musik

Larangan berkendara yang pertama adalah penggunaan tape atau headset saat berkendara. Dilantas POLRI menganjurkan untuk pengendara tidak memutar lagu, musik, atau radio selama diperjalanan. Hal ini dikarenakan mendengarkan lagu saat berkendara dapat menurunkan tingkat konsentrasi di perjalanan.

Terutama bagi pengendara roda dua, mengenakan headset selama perjalanan sangat berbahaya karena berpotensi tidak waspada terhadap sekitar dan kemungkinan tertabrak oleh kendaraan dari samping, belakang, atau arah yang tidak disadari.

Dilarang Merokok

Seperti halnya memutar musik, merokok saat berkendara juga merupakan hal yang dilarang. Selain karena tidak aman, kebiasaan beberapa perokok yang membuang puntung atau abu rokok di sembarangan tempat juga menjadi salah satu penyebabnya. Kegiatan ini cukup merugikan bagi pengendara lain terlebih jalanan merupakan ruang publik yang digunakan oleh banyak orang termasuk mereka yang bukan perokok.

Larangan Berkendara Menggunakan GPS

Baru-baru ini terjadi polemik diantara pengguna kendaraan di mana adanya larangan untuk menggunakan GPS selama berkendara. Hal ini dikarenakan adanya kecelakaan yang terjadi akibat pengendara terlalu fokus memperhatikan GPS tanpa melihat kondisi jalanan yang sebenarnya.

Menanggapi polemik ini, Ditlantas Polri menganjurkan untuk pengendara menggunakan fitur suara pada GPS yang dibesarkan sehingga pengendara dapat tetap diarahkan tanpa perlu fokus ke layar ponsel.

Larangan Penggunaan Telepon Seluler

Larangan berkendara berikutnya adalah larangan penggunaan telepon seluler. Sudah sejak lama penggunaan telepon seluler saat berkendara dilarang, namun hingga saat ini masih banyak pengendara yang mengabaikan larangan ini. Faktanya kecelakaan akibat menggunakan telepon seluler saat berkendara tidak pernah ada habisnya setiap tahun. Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa kendaraan telah melengkapi fitur telepon bluetooth sehingga pengendara tetap bisa fokus memperhatikan sekitar saat di jalan raya.

Larangan Berkendara Saat Tidak Fit

Tidak hanya konsentrasi yang harus penuh, berkendara juga memerlukan kondisi tubuh yang fit dan dengan kesadaran penuh. Sangat tidak dianjurkan untuk berkendara saat sakit, lemas, pusing, terlebih mabuk atau mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Selain untuk menjaga konsentrasi, tubuh yang fit dengan kesadaran penuh juga mendukung pengendara untuk mengemudi secara aman.

Berlangganan newsletter dan dapatkan update serta penawaran terbaru.