BARU! Informasi Seputar Program Training Strategic and Improvement Management!

Artikel

9 Sifat Limbah B3 dan Perbedaannya yang Penting Diketahui

Setelah kita mengetahui jenis limbah B3, maka tidak kalah penting untuk mengetahui sifat limbah B3 agar memudahkan kita untuk mengelola dan menanganinya. Apa saja sifat limbah B3?

Explosive

Explosive berarti mudah meledak. Limbah B3 dengan karakteristik ini cukup berbahaya untuk ditangani, karena kandungan gas di dalamnya yang bercampur dengan tekanan suhu dapat memicu ledakan kapan saja. Sehingga Anda perlu sangat berhati-hati dalam menanganinya. Yang termasuk dalam limbah B3 dengan sifat exploisive atau mudah meledak misalnya adalah limbah laboratorium seperti asam prikat.

Flammable

Flammable atau mudah menyala memiliki bahaya yang tidak kalah tinggi dari exploisve. Perbedaan limbah B3 ini adalah reaksi yang dihasilkan.

Limbah B3 dengan sifat flammable mudah sekali menyala apabila terdapat kontak dengan udara, api, atau bahan lain meskipun dalam suhu yang stabil. Contoh dari limbah ini adalah pelarut benzena, aseton, dan beberapa zat kimia.

Harmful

Harmful atau berbahaya merupakan karakteristik limbah dalam fase padat, cair ataupun gas yang berpotensi menyebakan bahaya bagi kesehatan apabil terdapat kontak inhalasi maupun oral.

Oxidizing

Limbah B3 dengan karakteristik oksidasi adalah limbah yang melepaskan panas dan memercikan api saat terkontaminasi dengan bahan lainnya. Misalnya saja kaporit. Kaporit merupakan limbah yang serius dan butuh penanganan khusus karena sifatnya yang dapat memicu kebakaran.

Korosif

Ciri-ciri limbah korosif adalah limbah yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit saat terjadinya kontak atau karatan pada baja. Umumnya limbah korosif memiliki pH di atas 2 untuk yang bersifat asam dan 12,5 untuk jenis yang bersifat basa.

Beberapa contoh limbah korosif adalah asam sulfat, accu, limbah asam dari baterai, dan sodium hidroksida yang sering digunakan di industri logam.

Iritasi

Apa bedanya iritasi dan korosi? Pada limbah dengan sifat irritant atau bersifat iritasi ini efeknya lebih pada sensitasi kulit, peradangan, pusing, hingga iritasi pernapasan. Yang termasuk dalam limbah irritant adalah zat asam formiat.

Moderately Toxic

Sifat limbah yang satu ini adalah beracun atau dengan kata lain terdapat zat berbahaya di dalam limbah yang membahayakan manusia atau pun makhluk hidup lainnya. Dampak yang ditimbulkan dari zat ini antara lain keracunan, pusing, sakit-sakit lainnya, hingga kematian. Media penularannya pun sangat rentan, kontak melalui udara, kulit, atau pun terkonsumsi dapat langsung memberika efek-efek tersebut. Contoh dari moderately toxic antara lain adalah limbah pestisida yang biasa digunakan untuk pertanian.

Karsinogenik, Mutagenik, dan Teratogenik

Ini adalah sifat limbah yang sangat berbahaya. Limbah dengan karakteristik karsinogenik dapat memicu aktifnya sel kanker dalam tubuh. Limbah mutagenik merupakan limbah yang menyebabkan terjadinya perubahan kromosom. Sedangkan limbah teratogenik adalah limbah yang dapat memengaruhi pembentukan embrio.

Berdampak pada Lingkungan

CFC atau chlorofluorocarbon yang dihasilkan dari mesin-mesin penghasil udara dingin seperti AC dan lemari es merupakan hasil atau limbah dengan kategori merusak lingkungan. Limbah jenis ini tidak memberikan dampak langsung terhadap manusia dan makhluk hidup tapi memengaruhi ekosistem yang tetap berujung pada keberlangsungan kehidupan.

Untuk mengetahui lebih banyak dan lebih lengkap mengenai limbah B3, silakan ikuti training Pengolahan Limbah B3 bersama kami dengan klik di sini.

Berlangganan newsletter dan dapatkan update serta penawaran terbaru.