BARU! Informasi Seputar Program Training Strategic and Improvement Management!

Artikel

Alergi Makanan? 7 Makanan ini Menempati Urutan Tertinggi Sebagai Penyebab Alergi

Tidak semua makanan cocok untuk dimakan dan memberikan manfaat seperti zat-zat baik yang terkandung di dalamnya. Beberapa makanan justru memiliki indikasi ketidakcocokan dengan tubuh dan menyebabkan alergi. 

Alergi sebenarnya terjadi akibat tubuh yang salah mengidentifikasi protein pada makanan menjadi zat yang berbahya. Maka dari itu tidaklah mengherankan jika makanan yang alergi adalah makanan-makanan yang memiliki kandungan protein tinggi. 

Akibat dari alergi bermacam-macam, bisa berupa gatal-gatal, masalah pencernaan, bengkak saluran udara, hingga yang terparah reaksi berbahaya atau anafilaksis. 

Dilansir dari US Food Allergy, ada 7 makanan yang sangat berpotensi mendatangkan alergi. Apa saja? Ini dia ulasannya! 

Kacang Tanah

Bagi beberapa orang, mengonsumsi kacang tanah seringkali membawa masalah. Protein yang tinggi dalam kacang tanah memicu sistem kekebalan tubuh dan mengubahnya menjadi serangan pada tubuh. Meskipun masih cukup langka, namun kasus kematian akibat mengonsumsi kacang tanah masih kerap terjadi.

Susu Sapi

Makanan berpotensi alergi selanjutnya adalah susu sapi. Alergi pada susu sapi memang menjadi kasus yang cukup umum, terutama pada anak-anak. Di negara maju, alergi terhadap susu sapi menyumbang angka 2-3% pada bayi dan 90% dari banyaknya pengidap tersebut akan sembuh di usia 4 tahun. 

Telur

Selain susu sapi, makanan hewani lain yang acapkali menyebabkan alergi adalah telur. Tidak seperti susu sapi yang banyak menyerang di umur tertentu, alergi terhadap telur kadang bisa berlangsung hingga dewasa.

Yang patut diwaspadai oleh penderita alergi ini ialah vaksin. Sebab beberapa vaksin seperti vaksin flu memiliki kandungan protein dari telur yang berbahaya karena dapat memicu reaksi alergi. 

Kerang dan Cumi-cumi

Alergi terhadap kerang dan cumi-cumi bukanlah hal baru. Beberapa orang memang dengan mudah mendapatkan reaksi alergi seperti gatal-gatal atau gangguan saluran udara selepas mengonsumsi dua jenis makanan ini. Namun data membuktikan bahwa penderita alergi kerang dan cumi-cumi hanya sekitar 14% dari jumlah orang yang menderita alergi ikan. 

Ikan

Seperti telah dibahas sebelumnya, selain kerang dan cumi beberapa orang juga menderita alergi ikan secara umum. Bisa dikatakan alergi makanan laut menyumbang angka yang cukup besar terhadap kasus alergi makanan. Dan hal ini diperparah dengan kemungkinan alergi seumur hidup bagi penderitanya, sehingga orang yang mengalami alergi ikan sangat diimbau untuk hati-hati dalam memilih menu makanan terutama seafood. 

Gandum

Gandum merupakan jenis makanan yang dapat memicu alergi. Umunya orang dewasa yang lebih rentan terhadap jenis alergi ini. Hal ini disebabkan adanya masalah terkait sistem kekebalan tubuh dimana usus kecil memberikan reaksi yang tidak baik terhadap protein gluten yang terdapat pada gandum. 

Kedelai

Alergi lainnya yang sering terjadi adalah alergi yang dipicu oleh kacang kedelai. Alergi ini biasanya dimulai saat fase anak-anak ketika anak mulai mengonsumsi susu formula yang banyak mengandung protein dari kedelai.

Sebagian anak biasanya akan sembuh seiring berjalannya waktu atau usia 3 tahun, karena selama fase itu sistem imun dan kinerja tubuh mengalami perubahan serta adaptasi. Namun sebagian lagi akan tetap mengalami alergi kedelai hingga dewasa. Bagi penderitanya, diet kedelai seperti menghindari susu kedelai, tahu, tempe, roti, dan kecap sangat dianjurkan.

Berlangganan newsletter dan dapatkan update serta penawaran terbaru.